VIVA NEWS

Berita

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Minggu, 17 Mei 2026

H. Joni Putra Sikumbang Titip Harapan Besar kepada Brigjen TNI Aji Mimbarno, Ucapkan Terima Kasih kepada Brigjen TNI Mahfud

 


SUMBAR
| Pergantian kepemimpinan di jajaran Korem 032/Wirabraja menjadi momentum penting yang menyita perhatian masyarakat Sumatera Barat. Estafet kepemimpinan tersebut turut mendapat respons dari Direktur Utama PT PAS (Patra Andalas Sukses), H. Joni Putra Sikumbang, yang menyampaikan apresiasi kepada Brigjen TNI Mahfud sekaligus menyambut Brigjen TNI Aji Mimbarno sebagai Danrem 032/Wbr yang baru.

Prosesi serah terima jabatan berlangsung di Gedung Sapta Marga Makodam I/Bukit Barisan, Minggu (17/5/2026). Dalam agenda tersebut, Brigjen TNI Aji Mimbarno resmi menerima tongkat komando Korem 032/Wbr menggantikan Brigjen TNI Mahfud yang akan melanjutkan pendidikan strategis di Lemhannas RI.

Bagi H. Joni Putra Sikumbang, pergantian pimpinan di tubuh TNI AD merupakan bagian dari kesinambungan pengabdian yang harus dimaknai sebagai langkah memperkuat peran TNI di tengah masyarakat. Ia menilai Korem 032/Wirabraja memiliki posisi penting dalam menjaga stabilitas, persatuan, dan keamanan di Ranah Minang.

H. Joni Putra Sikumbang menyampaikan keyakinannya bahwa Brigjen TNI Aji Mimbarno mampu melanjutkan berbagai capaian positif yang selama ini telah dibangun Korem 032/Wbr bersama masyarakat Sumatera Barat.

“Selamat datang Brigjen TNI Aji Mimbarno di Ranah Minang. Kami percaya beliau mampu membawa semangat baru bagi Korem 032/Wbr serta memperkuat hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat,” ujar H. Joni Putra Sikumbang.

Menurut H. Joni Putra Sikumbang, masyarakat Sumatera Barat sangat menjunjung tinggi nilai persaudaraan, adat, dan kebersamaan. Karena itu, kepemimpinan yang humanis dan dekat dengan rakyat menjadi harapan besar masyarakat terhadap Danrem baru.

Ia juga menilai selama ini Korem 032/Wbr aktif hadir membantu masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, pembinaan wilayah, hingga penanganan situasi kebencanaan yang terjadi di Sumatera Barat.

Bagi H. Joni Putra Sikumbang, keberadaan TNI di daerah bukan hanya sebagai penjaga pertahanan negara, namun juga menjadi bagian penting dalam menciptakan rasa aman dan memperkuat solidaritas sosial masyarakat.

Tidak hanya memberikan sambutan kepada Brigjen TNI Aji Mimbarno, H. Joni Putra Sikumbang juga menyampaikan penghormatan khusus kepada Brigjen TNI Mahfud atas pengabdian selama memimpin Korem 032/Wbr.

“Terima kasih Brigjen TNI Mahfud atas dedikasi dan pengabdian selama bertugas di Sumatera Barat. Banyak hal positif yang telah diberikan untuk masyarakat dan daerah ini,” ungkap H. Joni Putra Sikumbang.

Menurutnya, Brigjen TNI Mahfud dikenal sebagai sosok pemimpin yang aktif membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, pemerintah daerah, tokoh adat, hingga kalangan pemuda di Sumbar.

H. Joni Putra Sikumbang menilai hubungan antara TNI dan masyarakat selama kepemimpinan Brigjen TNI Mahfud berjalan sangat baik dan penuh rasa kekeluargaan. Hal itu dinilai menjadi modal penting dalam menjaga kondusivitas daerah.

Ia berharap Brigjen TNI Aji Mimbarno dapat meneruskan semangat pengabdian tersebut serta memperkuat program-program pembinaan teritorial yang langsung menyentuh masyarakat.

Pergantian kepemimpinan di Korem 032/Wbr, kata H. Joni Putra Sikumbang, merupakan simbol keberlanjutan tugas dan tanggung jawab TNI dalam menjaga keutuhan bangsa serta stabilitas daerah.

Kini, harapan besar masyarakat Sumatera Barat tertuju kepada Brigjen TNI Aji Mimbarno untuk membawa Korem 032/Wbr semakin profesional, responsif, dan dekat dengan rakyat.

Bagi H. Joni Putra Sikumbang, TNI dan rakyat merupakan satu kekuatan yang tidak dapat dipisahkan. Karena itu, sinergitas yang selama ini terbangun harus terus dipertahankan demi kemajuan Sumatera Barat.

Momentum pergantian Danrem tersebut sekaligus menjadi penanda berlanjutnya estafet pengabdian untuk masyarakat, bangsa, dan negara di Ranah Minang.

Catatan Redaksi:

Pergantian kepemimpinan di tubuh TNI merupakan bagian dari kesinambungan pengabdian kepada bangsa dan negara. Kehadiran pemimpin baru diharapkan mampu memperkuat sinergitas TNI bersama masyarakat demi menjaga keamanan, persatuan, dan stabilitas di Sumatera Barat. Tutup nya 

(Hendri A.W)

TNI AL dan BBKSDA Papua Barat Daya Gagalkan Upaya Penyelundupan Satwa Dilindungi

 


TNI AL – Sorong.  Tim Patroli Pengamanan Pelni yang terdiri dari personel  Denintel dan Pomal Kodaeral XIV Sorong serta Polhut  dan PPPK Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam/ BBKSDA Papua Barat Daya kembali mengagalkan upaya penyelundupan  8 (delapan) ekor satwa yang dilindungi dari atas kapal KM. Gunung Dempo yang sedang sandar di Pelabuhan Umum Sorong, Papua Barat Daya. Jumat (15/05/2026)

Satu hari sebelumnya tepatnya hari Kamis (14/05) Tim Patroli Pengamanan Pelni juga telah mengamankan dan menggagalkan penyelundupan  satwa yang dilindungi serta ratusan kilo  kayu jenis  Gaharu dari atas Kapal  Penumpang dengan tujuan akhir Surabaya. 

Sementara itu pada patroli hari Jumat  kembali mengamankan 8 (delapan) satwa yang dilindungi dari atas KM Gunung Dempo yang terdiri dari j burung Kasturi Kepala Hitam 6 (enam) ekor dan Kakatua Jambul Kuning 2 (dua) ekor.

Diketahui saat pemeriksaan di deck 4  KM Gunung Dempo, Tim Patroli Pengamanan Pelni mengamankan dan menyita  1 (satu) ekor burung Kasturi Kepala Hitam dari seorang penumpang yang sebelumnya sudah diamankan o;eh Satpam kapal tersebut, kemudian 5 (lima)   ekor satwa lainnya ditemukan di deck 5 tanpa diketahui pemiliknya, sedangkan 2 (dua) ekor Kakatua Jambul Kuning ditemukan saat terdeteksi alat xray yang sedang dibawa buruh yang akan naik ke atas kapal, namun pemiliknya kabur saat akan ditangkap.

Selanjutnya pada hari Sabtu (16/05) pukul 00.05 WIT setelah KM. Gunung Dempo melanjutkan pelayaran dari Sorong dengan tujuan Ambon, Bau-Bau, Makassar, Surabaya  dan tujuan akhir Jakarta,  Tim patroli membawa seluruh barang temuan ke kantor Bidang KSDA Wilayah I Sorong untuk dihitung dan didata pengelompokan jenis satwa.

Pada kesempatan tersebut ditempat yang berbeda Komandan Kodaeral XIV Sorong,  Laksamana Muda TNI Djatmoko, S.T., M.M., CHRMP., menegaskan bahwa TNI AL dhi Kodaeral XIV Sorong, berkomitmen penuh dalam mendukung larangan penyelundupan satwa dilindungi serta komoditas ilegal lainnya di wilayah perairan Indonesia Timur, tindakan ini merupakan bagian dari bentuk sinergitas dengan aparat terkait, dalam upaya menegakkan hukum dan keamanan di laut.

Kadispen Kodaeral XIV

Kolonel Laut (KH) R Doni Kundrat

KAPOLRES PASAMAN BARAT AKBP AGUNG TRIBAWANTO PIMPIN KEGIATAN BESAR KETAHANAN PANGAN: PANEN RAYA JAGUNG SERENTAK, GROUNDBREAKING GUDANG DAN PELUNCURAN SPPG DI SIMPANG EMPAT


PASAMAN BARAT – Guna mewujudkan ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto secara langsung memimpin dan mengawasi pelaksanaan kegiatan besar bertajuk Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II, acara peletakan batu pertama (Groundbreaking) pembangunan 10 unit Gudang Ketahanan Pangan Polri, sekaligus peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pertanian dan Perkebunan (SPPG) Polri. Kegiatan strategis ini berlangsung di kawasan pertanian Simpang Empat, pada Mei 2026, dan berjalan lancar dengan dihadiri oleh berbagai unsur terkait.

Dalam momen penting tersebut, AKBP Agung Tribawanto tampak hadir di barisan depan bersama pejabat tinggi lainnya, mengenakan atribut kepolisian lengkap dilengkapi topi petani, dan turut memegang tongkol jagung hasil panen sebagai simbol keberhasilan dan keterlibatan langsung institusi kepolisian di sektor pertanian. Kehadiran beliau menjadi bukti nyata komitmen Polres Pasaman Barat di bawah kepemimpinannya untuk tidak hanya fokus pada penegakan hukum dan keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Menurut keterangan Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, kegiatan ini merupakan wujud nyata dari instruksi pimpinan Polri Pusat untuk turut serta menjaga ketersediaan pangan, yang merupakan kebutuhan dasar dan faktor utama kestabilan negara. “Ketahanan pangan adalah bagian tak terpisahkan dari ketahanan nasional dan keamanan masyarakat. Di wilayah hukum Pasaman Barat, kami bertekad menjadikan sektor pertanian sebagai kekuatan utama, dan kegiatan hari ini adalah langkah awal yang sangat besar,” tegas AKBP Agung Tribawanto saat memberikan sambutan di lokasi acara.

Panen Raya Jagung Serentak yang digelar ini menjadi bukti keberhasilan pembinaan dan pendampingan yang dilakukan oleh jajaran Polres Pasaman Barat di bawah arahan AKBP Agung Tribawanto kepada para petani setempat. Jagung yang dipanen bukan hanya sekadar hasil pertanian biasa, melainkan hasil dari program terpadu yang melibatkan penyuluhan, bantuan sarana produksi, serta pendampingan teknis agar produktivitas lahan meningkat. Komoditas ini dipilih karena memiliki nilai strategis sebagai bahan pangan, pakan ternak, dan bahan baku industri, sehingga dampak ekonominya sangat luas bagi masyarakat Pasaman Barat.

Tidak berhenti pada kegiatan panen, AKBP Agung Tribawanto juga meresmikan dimulainya pembangunan 10 unit Gudang Ketahanan Pangan Polri di wilayah tersebut. Beliau menjelaskan bahwa fasilitas penyimpanan ini sangat krusial untuk menjaga kualitas hasil panen agar tidak rusak atau terbuang sia-sia, serta menjamin ketersediaan stok pangan sepanjang tahun. “Gudang ini akan menjadi jaminan bagi petani bahwa hasil kerja keras mereka akan tersimpan dengan baik, dan akan tersedia saat dibutuhkan, baik untuk kebutuhan pasar maupun saat menghadapi situasi darurat,” tambah AKBP Agung Tribawanto.

Puncak acara yang dipimpin langsung oleh Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto adalah peluncuran operasional Satuan Pelayanan Pertanian dan Perkebunan (SPPG). Sebanyak 166 SPPG yang diaktifkan di berbagai wilayah, termasuk di Pasaman Barat, bertugas memberikan layanan, pendampingan, dan perlindungan kepada para petani. Menurut beliau, keberadaan SPPG adalah bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat pertanian, yang siap membantu mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga pemasaran hasil panen. “Dengan adanya SPPG, kami ingin memastikan petani tidak bekerja sendirian. Kami ada di sini untuk melindungi, membimbing, dan memajukan pertanian kita,” ujar AKBP Agung Tribawanto dengan tegas.

Perwakilan dari Perum Bulog dan pemerintah daerah yang hadir sangat mengapresiasi langkah-langkah yang diambil oleh AKBP Agung Tribawanto dan jajarannya. Sinergi yang dibangun Polres Pasaman Barat dinilai sangat positif dan menjadi contoh baik bagaimana institusi kepolisian dapat berkolaborasi dengan instansi lain demi kepentingan rakyat. Pemerintah daerah menyebutkan bahwa di bawah kepemimpinan AKBP Agung Tribawanto, hubungan antara kepolisian dan masyarakat semakin erat, terutama dalam hal-hal yang bersifat pembangunan.

Sementara itu, para petani setempat mengaku sangat terbantu dan merasa bangga karena kegiatan pertanian mereka mendapatkan perhatian besar hingga tingkat nasional, dan dipimpin langsung oleh Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto. Dukungan fasilitas, ilmu pengetahuan, dan jaminan pemasaran yang ditawarkan melalui program ini membuat semangat bertani mereka semakin meningkat.

Menutup kegiatan tersebut, AKBP Agung Tribawanto kembali menegaskan bahwa komitmen Polres Pasaman Barat dalam mendukung ketahanan pangan tidak berhenti di sini. Program-program serupa akan terus digalakkan, dikembangkan, dan diperluas ke seluruh kecamatan di wilayah hukumnya. Beliau berharap, dengan sinergi yang kuat antara Polri, pemerintah, dan masyarakat, Pasaman Barat dapat menjadi salah satu lumbung pangan andalan yang berkontribusi besar bagi kedaulatan pangan Indonesia.

“Kami akan terus hadir, bekerja sama, dan membangun bersama masyarakat. Keamanan dan kesejahteraan adalah dua hal yang berjalan beriringan, dan kami pastikan keduanya terjaga dengan baik di Pasaman Barat,” pungkas Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto. Tutup nya.

Tim. ALISYAnews 

Sabtu, 16 Mei 2026

Danwing Udara 1 Hadiri Peresmian Operasional KDKMP Secara Online di Tanjungpinang

 


TNI AL-Puspenerbal (16/5/2026)

Komandan Wing Udara 1 Kolonel Laut (P) Dani Widjanarka, M.Tr.Opsla., menghadiri kegiatan Peresmian Operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) oleh Presiden RI secara daring, yang juga dihadiri unsur Forkopimda Kepri, Forkopimda Kota Tanjungpinang, dan tamu undangan. Acara tersebut berlangsung di KDKMP Senggarang, Jl. Daeng Kemboja, Tanjungpinang. Sabtu (16/5).

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Menteri Koordinator Bidang Pangan, yang menyampaikan bahwa KDKMP merupakan gagasan Presiden RI untuk memperkuat ekonomi rakyat dari desa. Program ini merupakan kelanjutan dari peresmian kelembagaan KDKMP di Jawa Tengah, dengan target beberapa koperasi terbangun penuh sepanjang 2026. Pemerintah juga menyiapkan ribuan personel SDA untuk memastikan distribusi pangan dan mendorong operasional koperasi berjalan optimal.

Presiden RI dalam sambutannya lewat video conference menegaskan KDKMP menjadi instrumen keadilan ekonomi sesuai Pasal 33 UUD 1945, yang memastikan negara hadir untuk rakyat sebagai penerima manfaat utama pembangunan, pencapaian swasembada pangan 2025 dengan produksi beras dan stok Bulog kurang lebih jutaan ton, bahkan Indonesia mampu mengekspor ke negara tetangga. Presiden juga menyoroti keberhasilan program Makan Bergizi Gratis yang telah menghasilkan miliaran porsi hingga 15 Mei 2026 dan menggerakkan perputaran uang di desa.

KDKMP diharapkan memutus rantai perdagangan, menaikkan harga jual bagi petani dan nelayan, serta menggantikan peran tengkulak melalui pembiayaan mikro berbunga rendah. Lini bisnis koperasi mencakup agen pupuk subsidi, LPG, sembako, kredit murah, logistik, serap gabah, hingga apotek desa.

Presiden menargetkan peresmian koperasi pada Agustus 2026, dengan rencana pengembangan Sekolah Rakyat dan Koperasi Nelayan pada 2027. Kehadiran Danwing Udara 1 bersama Danlanal Bintan, Danlanud RHF, Dandim 0315/TPI, dan Danlanudal Tanjungpinang menegaskan dukungan TNI terhadap program ketahanan pangan nasional. Kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.

Jumat, 15 Mei 2026

Polres Sijunjung Bergerak Cepat Evakuasi Korban Longsor Tambang Emas Tradisional di Koto VII


SIJUNJUNG | Musibah longsor maut terjadi di kawasan tambang emas tradisional di Sintuk, Jorong Taratak Betung, Nagari Padang Laweh, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Kamis siang. Peristiwa tragis tersebut menewaskan sembilan orang pekerja tambang setelah tertimbun material longsoran tanah dan bebatuan dari tebing di sekitar lokasi penambangan.

Kapolres Sijunjung  membenarkan kejadian memilukan itu. Ia menjelaskan, longsor terjadi sekitar pukul 12.30 WIB ketika para pekerja sedang melakukan aktivitas penambangan emas tradisional menggunakan mesin dompeng dan peralatan dulang di lokasi tersebut.

Menurut keterangan yang dihimpun pihak , saat kejadian terdapat sekitar 12 orang pekerja yang berada di area tambang. Secara tiba-tiba, tebing dengan jarak kurang lebih 30 meter dari titik penambangan runtuh dan langsung menghantam para pekerja yang sedang beraktivitas.

“Tebing longsor secara mendadak dan menimbun para pekerja yang berada di bawahnya. Dari kejadian itu sembilan orang meninggal dunia akibat tertimbun material tanah dan batu,” ungkap AKBP Willian Harbensyah.

Dalam situasi panik tersebut, tiga orang pekerja berhasil menyelamatkan diri setelah berupaya menjauh dari arah longsoran. Sementara sembilan korban lainnya tidak sempat menghindar sehingga tertimbun material dalam jumlah besar.

Warga sekitar yang mengetahui adanya longsor langsung berdatangan menuju lokasi untuk membantu proses pertolongan. Suasana haru dan kepanikan menyelimuti area tambang ketika masyarakat bersama personel kepolisian berusaha mencari para korban yang tertimbun.

Personel  bersama jajaran  kemudian bergerak cepat melakukan proses evakuasi. Dua unit alat berat excavator didatangkan ke lokasi guna mempercepat pencarian korban yang tertimbun longsor.

Sekitar pukul 13.00 WIB, lima korban pertama berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah para korban kemudian langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing untuk dimakamkan.

Proses pencarian terus dilanjutkan hingga sore hari dengan menambah satu unit alat berat tambahan. Setelah beberapa jam pencarian, empat korban terakhir akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

“Seluruh korban berhasil dievakuasi dan telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” jelas Kapolres Sijunjung AKBP Willian Harbensyah.

Adapun identitas korban meninggal dunia masing-masing berinisial AT (23), HRH (23), IJ (19), MN (22), WA (21), DA (42), MF (22), ACM (43), dan DL (40). Seluruh korban diketahui merupakan warga sekitar yang bekerja di lokasi tambang tradisional tersebut.

Sementara itu, tiga pekerja yang berhasil selamat masing-masing berinisial IKW (51), IJ (53), dan EL (40). Ketiganya mengalami trauma akibat peristiwa longsor yang terjadi secara tiba-tiba di lokasi tambang.

Kapolres juga mengungkapkan bahwa pemilik lokasi tambang sekaligus pemilik mesin dompeng dan peralatan penambangan diketahui berinisial NKM (46). Para pekerja dan pemilik tambang disebut berasal dari wilayah Nagari Guguk, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung.

AKBP Willian Harbensyah menegaskan bahwa pihak  sebelumnya telah berulang kali melakukan imbauan, edukasi, hingga penertiban terkait aktivitas penambangan tanpa izin yang dinilai sangat berbahaya bagi keselamatan masyarakat.

“Pihak kepolisian telah sering memberikan himbauan dan melakukan penertiban agar masyarakat tidak melakukan aktivitas penambangan tanpa izin karena memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan. Namun sebagian masyarakat masih menggantungkan hidup dari aktivitas tersebut,” terang Kapolres.

Saat ini, Satreskrim  bersama Unit Reskrim  masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab longsor maupun aktivitas pertambangan yang berlangsung di lokasi tersebut.

Pihak kepolisian memastikan proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak lagi melakukan aktivitas penambangan tanpa izin demi menghindari jatuhnya korban jiwa akibat kecelakaan kerja maupun bencana longsor serupa di masa mendatang.


TIM RMO

Dipimpin Kasat Reskrim AKP A. Agung Ngurah Santa Subrata, Tim Kalong Polres Pasaman Barat Berhasil Ringkus Dua Pelaku Penganiayaan Berat di Riau

 


PASAMAN BARAT | Tim Opsnal Satreskrim Polres Pasaman Barat kembali menunjukkan ketegasan dalam memberantas tindak kriminalitas lintas daerah. Di bawah kepemimpinan Kasat Reskrim Polres Pasaman Barat AKP A. Agung Ngurah Santa Subrata, tim khusus yang dikenal dengan nama “Tim Kalong” berhasil menangkap dua orang tersangka kasus tindak pidana penganiayaan berat yang sempat melarikan diri hingga ke wilayah Provinsi Riau.

Penangkapan tersebut berlangsung pada Rabu malam, 13 Mei 2026, sekitar pukul 23.20 WIB di sebuah warung soto yang berada di Tandun, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Operasi penangkapan dilakukan secara cepat, terukur, dan penuh kehati-hatian guna menghindari kemungkinan para pelaku melarikan diri maupun melakukan perlawanan saat diamankan petugas.

Dalam operasi itu, Tim Kalong Polres Pasaman Barat bergerak setelah mendapatkan informasi akurat terkait keberadaan kedua tersangka yang diketahui bersembunyi di rumah keluarganya di wilayah Rokan Hulu. Setelah melakukan penyelidikan intensif dan koordinasi lintas wilayah bersama aparat Kepolisian setempat, tim akhirnya berhasil mengidentifikasi lokasi persembunyian para tersangka.

Kasat Reskrim Polres Pasaman Barat AKP A. Agung Ngurah Santa Subrata disebut langsung memimpin pengawasan dan pengendalian operasi penangkapan tersebut. Sosok perwira yang dikenal tegas dan responsif itu terus menekankan kepada seluruh anggota agar setiap kasus kriminal yang meresahkan masyarakat harus segera ditindak tanpa kompromi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua tersangka diketahui merupakan kakak beradik kandung. Keduanya diduga terlibat dalam tindak pidana penganiayaan berat yang sebelumnya terjadi di wilayah hukum Polres Pasaman Barat. Usai kejadian, kedua pelaku melarikan diri keluar daerah guna menghindari proses hukum yang sedang berjalan.

Namun upaya pelarian tersebut akhirnya berhasil dipatahkan oleh Tim Kalong Satreskrim Polres Pasaman Barat. Dengan strategi pengintaian yang matang serta koordinasi bersama Kapolsek Tandun dan jajaran Polres Rokan Hulu, kedua tersangka berhasil diamankan tanpa menimbulkan gangguan terhadap masyarakat sekitar.

Dalam foto yang beredar, terlihat kedua tersangka diamankan dan dibawa ke Mapolres untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Tim Opsnal bersama personel lainnya tampak berdiri mengawal proses pengamanan sebagai bentuk keseriusan Polres Pasaman Barat dalam menangani tindak kriminal berat.

Keberhasilan pengungkapan kasus ini kembali memperlihatkan komitmen Satreskrim Polres Pasaman Barat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Di bawah komando AKP A. Agung Ngurah Santa Subrata, berbagai kasus kriminal yang meresahkan masyarakat terus diburu hingga ke luar daerah demi memberikan rasa aman kepada warga.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa para tersangka akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Atas dugaan tindak pidana penganiayaan berat tersebut, para pelaku dapat dijerat dengan Pasal 351 ayat (2) dan ayat (3) KUHP tentang penganiayaan berat dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal lima tahun atau lebih apabila mengakibatkan luka berat terhadap korban.

Masyarakat pun mengapresiasi gerak cepat Tim Kalong Polres Pasaman Barat yang dinilai sigap dan profesional dalam mengungkap kasus kriminal. Banyak warga berharap agar langkah tegas seperti ini terus dilakukan demi mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan di wilayah Pasaman Barat dan sekitarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Pasaman Barat guna mendalami motif serta kronologi lengkap tindak pidana penganiayaan berat tersebut. Kepolisian juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Pers. TIM

Karutan Padang Maiyudiansyah Bersama Jajaran Rutan Kelas IIB Padang Sampaikan Ucapan Kenaikan Yesus Kristus 2026 Penuh Toleransi dan Kebersamaan

 


PADANG | Keluarga Besar Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Padang menyampaikan ucapan Selamat Memperingati Kenaikan Yesus Kristus Tahun 2026 sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai toleransi, persaudaraan, serta kebersamaan antar umat beragama di lingkungan pemasyarakatan. Ucapan tersebut disampaikan langsung melalui media publikasi resmi Rutan Padang yang menampilkan Karutan Padang Maiyudiansyah bersama jajaran pejabat struktural dan staf pada momentum peringatan Kenaikan Yesus Kristus yang jatuh pada 14 Mei 2026.

Dalam publikasi tersebut tampak Karutan Padang Maiyudiansyah berdiri bersama sejumlah pejabat Rutan Padang diantaranya M. Aidil Syaputra selaku Ka KPR, Aldo Ramadhan sebagai Kasubsi Yantah, serta Arif Rahman selaku Kasubsi Pengelolaan. Kehadiran seluruh jajaran dalam ucapan hari besar keagamaan itu menunjukkan kuatnya komitmen Rutan Kelas IIB Padang dalam menjaga nilai toleransi dan menghormati keberagaman di tengah lingkungan kerja maupun pembinaan warga binaan.

Karutan Padang Maiyudiansyah menegaskan bahwa peringatan Kenaikan Yesus Kristus bukan sekadar seremoni keagamaan semata, namun juga menjadi momentum untuk mempererat rasa persaudaraan, meningkatkan nilai kemanusiaan, serta membangun semangat saling menghargai antar sesama. Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama demi terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman, damai, dan harmonis.

“Momentum hari besar keagamaan harus menjadi pengingat bagi seluruh jajaran untuk terus menjaga toleransi, saling menghormati dan memperkuat rasa persaudaraan tanpa membedakan latar belakang agama maupun suku,” ujar Karutan Padang Maiyudiansyah dalam keterangannya.

Ucapan resmi yang dipublikasikan oleh Rutan Padang tersebut juga mendapat perhatian dan apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat maupun netizen di media sosial. Banyak pihak menilai langkah yang dilakukan jajaran Rutan Padang menjadi contoh positif dalam membangun suasana harmonis antar umat beragama di lingkungan instansi pemerintah.

Selain sebagai bentuk penghormatan kepada umat Kristiani yang merayakan Kenaikan Yesus Kristus, kegiatan publikasi ucapan ini juga menjadi simbol bahwa Rutan Kelas IIB Padang terus menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dalam menjalankan tugas pemasyarakatan. Tidak hanya fokus pada keamanan dan pembinaan warga binaan, namun juga mengedepankan nilai sosial, moral, dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Di bawah kepemimpinan Karutan Padang Maiyudiansyah, Rutan Kelas IIB Padang diketahui aktif membangun citra humanis melalui berbagai kegiatan sosial, keagamaan, pembinaan mental spiritual, hingga pendekatan persuasif kepada warga binaan maupun masyarakat. Hal tersebut menjadi bagian dari komitmen pemasyarakatan modern yang tidak hanya menitikberatkan pada pengamanan, namun juga pembentukan karakter dan nilai kemanusiaan.

Momentum Kenaikan Yesus Kristus Tahun 2026 juga diharapkan dapat membawa kedamaian, harapan baru, serta semangat kebersamaan bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di Kota Padang. Nilai kasih, pengorbanan, dan pengampunan yang terkandung dalam peringatan tersebut diyakini mampu memperkuat rasa persatuan di tengah keberagaman bangsa.

Dengan adanya ucapan resmi dari Keluarga Besar Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Padang ini, diharapkan semangat toleransi antar umat beragama terus tumbuh dan menjadi budaya positif di lingkungan kerja maupun kehidupan bermasyarakat. Rutan Padang pun menegaskan komitmennya untuk terus menjadi institusi yang menjunjung tinggi profesionalisme, humanisme, dan kebersamaan dalam menjalankan tugas negara. TIM

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi